Skip to content

Kerusuhan Medan 1998

January 19, 2008

BERITA UTAMA WASPADA KAMIS, 7 MEI 1998

Kerusuhan Di Medan
80 Orang Tertembak, Lima Tewas; 19 Mobil, 40 Sepedamotor Dibakar Dan Dirusak

Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22]. 

MEDAN (Waspada): Kerusuhan yang terjadi di kota Medan dan sebagian kawasan Kab. Deliserdang Rabu (6/5) mengakibatkan lima tewas dan 80 orang tertembak serta 19 unit kendaraan bermotor roda empat berbagai jenis termasuk sebuah truk petugas keamanan berikut 40 sepedamotor, 5 kantor bank serta ratusan toko/ruko dirusak dan dibakar.

Demikian catatan serta data Waspada himpun hingga pk. 18:00 dari beberapa rumahsakit dan lokasi-lokasi kerusuhan seperti Jl. Sisingamangaraja/Simpanglimun Medan, Jl. Krakatau, Jl. Sutomo, Jl. K.L. Yos Sudarso/Pulobrayan Kota, Jl. Brigjen Katamso/Kampungbaru dan kawasan Tanjungmorawa, Kab. Deliserdang.

Selain beberapa showroom kendaraan bermotor, juga empat bank menjadi sasaran pelemparan serta satu diobrak-abrik sementara ATM nya dijungkirbalikan dan isinya dijarah.

Empat bank yang menjadi sasaran pelemparan tersebut Bank Bali dan LIPPO Bank yang keduanya di Jl. Sutomo serta BDNI dan BRI di Jl. K.L. Yos Sudarso Pulobrayan Kota. Sedangkan Bank Mestika Dharma di kawasan Pulobrayan Kota, setelah terkena lemparan lalu dijebol pintunya dan mesin ATM nya dibongkar serta beberapa ratus ribu rupiah uang tunai di dalamnya dijarah.

Tak Terkendali
Sementara itu aksi kerusuhan massa yang semakin tak terkendali terus berlanjut dari Medan sampai ke kawasan Deliserdang . Ratusan rumah toko (ruko) termasuk showroom dan perkantoran, belasan kenderaan roda empat, truk sampai mobil pribadi dirusak dan dibakar massa.

Kerusuhan disertai pelemparan dan pembakaran ruko dibarengi penjarahan terjadi di beberapa kawasan pertokoan di Medan. A.l. Pulobrayan Kota, Glugur/Jl. Sutomo, Kp. Baru/Jl. Brigjen Katamso, Titi Kuning, Jl. Sampali, Jl. Krakatau, Kp. Lalang, Kp. Madras/Jl. K.H. Zainul Arifin, Mandala By Pass, Sisingamangaraja/Sp. Limun, Tanjungsari, Martubung.

Dua foto studio di kawasan Jl. Sisingamangaraja dekat Simpang Limun Medan diobrak-abrik dan dijarah massa berikut empat toko disampingnya dilalap api. Begitu juga puluhan sepedamotor milik showroom yang dikeluarkan massa dari ruang pajang ke jalan lalu dibakar.

Sedangkan ribuan massa terus ‘mengamuk’ melakukan pelemparan terhadap ruko dan showroom di Jl. Sisingamangaraja Medan. Dari showroom Bursa Motor, massa mengeluarkan belasan unit sepeda motor baru dari berbagai jenis dan mobil BK 8332 DW. Setelah dikumpulkan kenderaan itu kemudian dibakar.

Setelah beberapa menit pembakaran itu terjadi, petugas anti huru-hara datang ke lokasi sambil melepaskan tembakan peluru karet. Massa perusuh berbaur dengan penonton lari berhamburan dan ada yang masuk ke gang-gang kecil di kawasan tersebut.

Begitu petugas anti huru-hara meninggalkan lokasi, massa datang kembali dan membongkar studio Setia Baru, massa masuk ke dalam dan mengobrak-abrik lalu membakarnya. Api dari studio itu menjalar ke toko milik pribumi S. Girsang. Warga kemudian memberikan pertolongan dengan mengeluarkan barang dagangannya sambil menyiram air ke arah api yang melalap ruko tersebut.

Dalam waktu singkat api yang melalap tiga ruko itu berhasil dipadamkan. Pk. 14:40, baru datang mobil pemadam kebakaran milik Pemda Medan. Melihat api sudah padam, petugas pemadam kebakaran menyemprot tumpukan bara api dan selanjutnya meninggalkan lokasi.

Selain itu, ratusan ton beras yang ditimbun di gudang-gudang kawasan Desa Sampali Pasar VII Jl. Irian Barat Deli Serdang habis disikat massa yang mengamuk Selasa malam sampai Rabu pagi. Aksi penjarahan itu berhasil dipadamkan aparat keamanan Sat Brimobda Poldasu yang turun ke lapangan sejak Rabu dinihari sampai pagi hari setelah melakukan penembakan kepada penjarah serta menangkapi sejumlah warga pria/wanita dari desa tersebut.

Sepanjang jalan dari Percut sampai ke Aksara Medan masih terlihat bekas-bekas amukan massa dan bangkai mobil yang musnah dibakar massa.

Di sepanjang jalan Medan-Tembung, belasan bangkai mobil berbagai merk/jenis masih terlihat bergelimpangan di jalanan. Di Kota Tembung 1 unit mobil sedan Timor warna hitam BK 2239 YN dan bus L 300 BK 288 LO dan belasan sepedamotor milik showroom Honda di sana habis dibakar massa termasuk perusakan kantor/toko.

Di Jl Sutomo Ujung massa sempat mengamuk melempari kantor Bank Lippo, Bank Bali, showroom sepeda motor dan ruko di sepanjang jalan itu yang tutup total.

Massa tidak lama beraksi, sekitar 1 jam kemudian bubar setelah pihak keamanan datang. Sekitar pukul 13.00, massa mengamuk di jalan Krakatau melempari fasilitas ruko/kantor dan membalikkan Isuzu Panther BK 303 ET ke tengah jalan.

Di Pulobrayan Kota aksi massa semakin berani dengan menyeret puluhan sepeda motor dari salah satu showroom di sana kemudian membakarnya di tengah jalan Medan-Belawan. Tiga bank swasta, yakni Bank Mestika plus ATM-nya, BDNI dan BRI dirusak. Massa juga melakukan perusakan fasilitas pertokoan/perkantoran dan pemukiman milik warga turunan yang sebagian penghuninya bersembunyi di dalam karena tidak sempat menyelamatkan diri atau mengungsi ke tempat lain minta perlindungan.

Aksi serupa Rabu siang juga menjalar sampai ke Jl.SM Raja dengan korbannya tiga ruko, belasan sepeda motor dan kenderaan roda empat musnah terbakar. Di Kampung Baru Medan satu mobil Suzuki Esteem dibakar massa di tengah jalan.
Satuan tim keamanan Polri bersepeda motor dengan senjata lengkap bergerak cepat membubarkan massa di semua lokasi peristiwa seraya menembakkan senjatanya ke atas dan kadang terarah kepada warga masyarakat yang hanya menonton peristiwa itu.

Lima Tewas
Dalam peristiwa kerusuhan itu korban di berbagai kawasan Kota Medan mulai berjatuhan, lima diantaranya tewas dan Lebih dari 80 orang luka-luka tertembak peluru tajam dan karet milik petugas.

Informasi yang Waspada himpun dari berbagai rumah sakit di Medan, kelima korban yang tewas tersebut a.l. tiga WNI Turunan (belum diketahui identitasnya) dan seorang remaja Bobi,13, penduduk Jalan Brigjen Katamso. Keempatnya tewas terbakar di Ruko Jl.Sutrisno Medan yang terjadi Selasa (5/5). Sedangkan seorang pemuda lainnya bermarga Sihotang penduduk Perumnas Mandala juga tewas dalam kerusuhan di Mandala. Sedangkan 80 orang yang luka-luka tertembak tercatat dari kerusuhan di kawasan P.Brayan, Simpanglimun Jl. Sisingamangaraja, Kp. Baru Jl. Brigjen Katamso, Sempali Jl.Medan-Percut dan pergudangan Jalan Bahagia Mandala serta pertokoan Jl.Krakatau.

Dari keseluruhan korban penembakan tersebut tercatat diantaranya para pelajar SD, SMP, mahasiswa dan warga masyarakat lainnya. Fery Padli,12, pelajar SD kawasan Mandala penduduk Jl.Tangguk Bongkar. Fadli tertembak peluru petugas di paha kanan dan Nazamuddin,15, pelajar SMP Al-Washliyah Medan tertembak peluru di perut kanan, Jakson,18, pelajar STM di Simpang Limun tertembak pinggang kanan.

Sedangkan mahasiswi Akademi Maritim Indonesia (AMI), Ratna Murniati Silalahi,21, tertembak pahanya. Para korban yang sempat teridentifikasi identitasnya a.l. Andi,17, penduduk Jl. Cecak Rawa Perumnas Mandala, Hepi Tambunan,25, penduduk Jl.Tangguk Bongkar luka tembak dada kanan, Manahan,17, penduduk Jl.Kenari, Rahmat, Mr X penduduk Jl.Perwira, Manik,18, penduduk Sampali, Togar Marpaung, penduduk Sp.Limun, Munawar,20, Jl.Seksama Sp.Limun, Manahan Panjaitan,18, penduduk Jl.Tangguk Bongkar, Santer Nainggolan,20, penduduk Jl.Seksama.

Dari rumah sakit yang sama juga telah dirawat 22 orang lainnya yang tertembak. Mereka tidak teridentifikasi sebab sebagian diantaranya hanya menjalani rawat jalan. Rumah sakit ini selama dua hari telah merawat lebih dari 50 orang yang luka tertembak. Sedangkan Rahman, penduduk Jl. Bersama Mandala ditembak dengan peluru tajam petugas di depan Kantor Polsekta Percut Sei Tuan dan Salman,17, kritis diduga tertembak dalam aksi massa di Jl.Sisingamangaraja dekat Simpang Limun, Medan.

Dari beberapa rumah sakit lainnya dan beberapa poliklinik yang terdekat dari kawasan kerusuhan tercatat lebih kurang 30 orang luka-luka korban penembakan petugas. Mereka yang sempat tercatat a.l. Dalian,27, penduduk Jl.Bajak, Mangkok Simanjuntak,17, penduduk Lubukpakam tertembak akibat kerusuhan massa di Lubukpakam dan Sugianto,17, penduduk kawasan Sempali, Ambo,18, penduduk Jl. Denai Medan.

Dokter di RS Dr.Pirngadi Medan dr.Yusril Leman menjelaskan luka tertembak peluru tajam dengan peluru karet sama-sama berbahaya. Kedua-duanya bisa terinfeksi jika tidak diobati secara intensif. Bedanya kalau terkena peluru karet lukanya lebih lebar dan kulit hangus terbakar. Puluhan korban yang tertembak peluru tajam dan karet maupun yang terkena pukulan petugas masih dirawat secara intensif di berbagai rumah sakit di Medan.

Kritis
Secara terpisah, Rabu malam (6/5) sejumlah warga datang ke Redaksi Waspada untuk menjelaskan prihal tertembaknya seorang pria bernama Kerlin, 30, penduduk Jl. Brigjen Katamso Gang Pelita Medan. Menurut warga itu, korban saat itu sedang bekerja membangun pagar beton di sebuah rumah penduduk yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya.

Tiba-tiba sejumlah orang berlarian dikejar petugas sambil melepaskan tembakan terarah. Kerlin yang merasa dirinya tidak bersalah dan tidak bersangkut paut dengan aksi kerusuhan, terus saja bekerja. Tiba-tiba dia mengaduh karena kepalanya di bagian belakang tertembak sehingga berlumuran darah. Warga kemudian melarikan Kerlin ke RS Dr. Pirngadi Medan dan kondisinya semakin kritis.

Warga itu juga menyesalkan, bahwa sejumlah pria yang tertangkap petugas keamanan saat membawa barang-barang hasil jarahan dari perusahaan/toko Hari Rezeki Kita Semua, ternyata bukan warga Kampungbaru.

Lumpuh
Perekonomian di kota Medan Rabu (6/5) lumpuh setelah sebagian besar pusat perbelanjaan, toko dan kantor-kantor bank menghentikan kegiatannya.

Lumpuhnya kegiatan bisnis di Medan akibat kerusuhan massa yang terjadi sejak tiga hari yang lalu. Pusat perbelanjaan ataupun pertokoan sejak pagi hanya sebagian kecil yang buka, karena mereka takut aksi kerusuhan massa. Menjelang siang hampir semua pusat perbelanjaan dan toko di Medan tutup total.

Pusat perbelanjaan yang tutup total tersebut seperti Deli Plaza, Perisai Plaza, Medan Plaza, Medan Mall, Pusat Pasar, Medan Baru Plaza dan lain-lain. Pemilik toko di pusat perbelanjaan itu memilih untuk menutup kegiatan usaha mereka dengan pertimbangan keamanan dan menghindari dari perusakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu seperti di Buana Plaza.

Sedangkan pertokoan yang tutup hampir di setiap kawasan bisnis kota Medan seperti Jl. Gatot Subroto, Yos Sudarso, Prof. HM Yamin, Brigjen Katamso, SM Raja, Pemuda Baru, Pemuda, Semarang, Cirebon, Thamrin, Aksara dan lain-lain. Selanjutnya kantor-kantor perbankan yang sebagian besar berada di kawasan Kesawan menutup sebagian dari pintu kantornya dan memperoleh pengawalan ketat dari petugas keamanan untuk mengantisipasi terjadinya pengrusakan dan penjarahan.

Sementara itu di Pelabuhan Belawan puluhan truk yang sudah memuat barang dari kapal tidak berani meneruskan perjalanan ke Medan, begitu juga sebaliknya.

Suasana di pelabuhan bagaikan hari libur. Aktivitas bongkar muat barang dan transfer barang ke gudang dari dan ke pelabuhan sepi. Kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Belawan dan tidak bisa membongkar muatannya tercatat, KM Tanto Raya yang memuat ribuan ton berbagai jenis barang, Intan 10 yang memuat barang biji sawit untuk kebutuhan pabrik minyak goreng, Rimba Tiga memuat 5800 ton semen.

Seluruh kapal ini terpaksa nongkrong tanpa membongkar muatannya karena truk pengangkut tidak ada. Mengeluh Kesulitan Akibat dari semua ini masyarakat mulai mengeluh karena sulit untuk memperoleh keperluan mereka yang biasanya disediakan di pusat perbelanjaan dan pertokoan.

Mereka menyebutkan kalau pusat perbelanjaan dan toko terus tutup, maka hal itu akan memacu pula naiknya harga barang-barang. Pelabuhan Belawan yang merupakan pintu masuk dan keluar barang-barang dikhawatirkan tidak akan dimasuki truk sehingga suplai barang untuk Sumut akan terhenti. Adpel Belawan Kolonel Marinir Barzuweh ketika dihubungi merasa prihatin dengan kondisi ini.(tim)

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: