•  

    August 2008
    M T W T F S S
    « Jul    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Blog Stats

    • 15,652 hits
  • serbabuku.com
  • Indonesian Muslim Blogger
  • Add to Technorati Favorites

Belajar dari Kehidupan

Belajar dari Kehidupan

By : Dorothy Law Notte

 

Bila anak hidup dalam kritikan,
ia belajar menyalahkan orang
Bila anak hidup dimusuhi,
ia belajar untuk melawan
Bila anak hidup dalam ejekan,
ia belajar jadi pemalu
Bila anak hidup dalam toleransi,
ia belajar jadi sabar
Bila anak hidup dengan diberi semangat,
ia belajar punya harga diri
Bila anak hidup dengan pujian,
ia belajar hidup untuk menghargai orang
Bila anak hidup dengan keadilan,
ia belajar membela kebenaran
Bila anak hidup dengan kepastian,
ia belajar memperoleh keberanian
Bila anak hidup dengan persetujuan,
ia belajar menyukai dirinya
Bila anak hidup dalam penerimaan dan persahabatan,
ia belajar mencintai sesama di dunia

 

FLEXTER BLOGGING 2008

Kategori Lomba:
[1] Ide Membangun Bangsa
[2] Ajakan Menjauhi Narkoba
[3] Cerita Pengalaman Menarik di FlexiLand
[4] Kreasi Cerita Pahlawan Khas Flexter
[5] Kreasi Template Blog Tema Kemerdekaan

Cara Pendaftaran via SMS ke 8000 atau 02132633910 format:
Kode 1 s/d 4:
FB[spasi]Nama Domain[spasi]Kode Kategori[spasi]ID Blog
contoh: FB inasari 3 66967
Kode 5: FB[spasi]Nama Domain[spasi]5

Tarip SMS: reguler

Keterangan: Nama Domain adalah nama sub domain Flexter

PENILAIAN

Kategori 1-4:
1. Orisinalitas blog (syarat)
2. Kreativitas/keunikan (30%)
3. Bahasa penulisan blog (40%):
Komunikatif, enak dibaca dengan alur cerita mudah dimengerti
Menunjukkan analisis, opini dan karakter blogger
Tidak menyangkut SARA dan intimidatif
4. Value/Nilai Manfaat dari Content Blog (30%)

Kategori 5:
1. Orisinalitas karya (20%)
2. Desain template/layout (60%)
bentuk/tata letak atau penampilan yang bagus
harmonisasi elemen desain & fasilitas
3. Kreatifitas & penggunaan karya multimedia lainnya (20%)
(misalnya java, audio/video streaming), interaktivitas

PERATURAN

1. Peserta event adalah bukan karyawan Telkom.
2. Peserta adalah Gold Flexter
3. Kesesuaian dengan tema kategori adalah syarat utama
4. Popularitas desain template dijadikan pertimbangan ranking
5. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat

Keterangan:
*) Ditunjukkan dengan banyaknya tanggapan terhadap blog

TIM JURI

Tim Juri Internal
Terdiri dari tim Juri Telkom yang telah ditentukan.

Tim Juri Ahli dari Eksternal:
Eko Ramaditya
Budi Rahardjo
Budi Putra
Viking Karwur
Priyadi

sumber :http://www.myflexiland.com/

Lomba Blog Toyota Astra Motor - Berhadiah Tamasya ke Disneyland Hongkong

Toyota Astra Motor menyelenggarakan kontes blog berhadiah Tamasya ke Disneyland Hongkong dengan syarat dan ketentuan, sbb:

 Blog yang boleh ikut adalah blog yang aktif, minimal telah aktif sejak bulan Mei 2008
 Blogger harus meng-upload cerita pengalaman berlibur bersama keluarga naik Kijang di blog miliknya sendiri
 Blogger adalah WNI dan berdomisili di Indonesia
 Blogger harus mendaftarkan tulisannya, dan mengisi data secara lengkap di situs www.toyota-ownerclub.com/blog-kijang

 Tulisan haruslah:
a. Benar-benar terjadi (tidak boleh karangan)
b. Pengalaman pribadi blogger yang bersangkutan
c. Perjalanan dilakukan dengan naik Kijang tipe apa saja dan kapan saja tidak ada batasan waktu perjalanan (bisa kapan saja)
d. Perjalanan dilakukan bersama keluarga, atau teman (bukan perjalanan bisnis)
e. Panjang Artikel tidak dibatasi (bebas)

 Setiap blogger boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan . Namun untuk judul yang sama akan dianggap satu entri.
 Tulisan yang diikutkan harus sesuai dengan tema
 Tulisan yang dikirim harus asli bukan rekaan
 Tulisan dibuat dalam bahasa Indonesia, menarik, edukatif, dan sarat informasi
 Tulisan yang disertai dengan foto bersama Mobil Toyota Kijang, akan menjadi nilai tambah saat penjurian
 Lomba ini dibuka untuk periode 02 Juni-31 Juli 2008
 Tulisan yang dikirimkan harus diposting di blog pada periode 02 Juni-31 Juli 2008
 Hadiah tidak dapat dialihkan dalam bentuk apapun
 Pengumuman pemenang akan dilakukan pada akhir Agustus 2008
 Isian data yang ada di formulir pendaftaran harus d iisi lengkap, dan benar karena akan digunakan untuk menghubungi apabila Anda menjadi pemenang
 Program ini tidak berlaku bagi karyawan Toyota , Dealer, dan vendor yang terlibat dalam program ini

 Kriteria Pemenang didasarkan pada beberapa aspek:
- Kesesuaian dengan tema
- Cerita yang inspiratif
- Komunikasi dan interaksi antara blogger dan pembaca

 Keputusan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat
Juri:
 Antyo Retjoko (Pendiri Dagdigdug.com, sekaligus blogger kenamaan Indonesia )
 Fira Basuki (Penulis Buku, editor majalah, dan seorang blogger)
 Widyawati (Deputy General Manager MP&CR PT. Toyota Astra Motor)

sumber: http://www.toyota-ownerclub.com/blog-kijang/
Deadline: 31 Juli 2008

Gurihnya Iklan Politik

Sumber: Kompas Minggu, 6 Juli 2008 | 02:07 WIB
by line : Budi Suwarna & Jimmy S Harianto

Sejak pemilihan presiden dan kepala daerah dilakukan secara langsung,
para politikus berlomba-lomba mengiklankan diri agar populer. Apakah
rakyat diuntungkan dengan fenomena ini? Yang jelas, yang untung adalah
media dan perancang iklan.

Ruang publik belakangan ini dikepung iklan para politikus. Baliho dan
spanduk bergambar tokoh politik bertebaran di mana-mana. Slogan
seperti “Ombak Besar pun Dia Berani”, “Hidup adalah Perbuatan”, dan
lain-lain duduk berdampingan dengan slogan iklan pulsa termurah.

Iklan politik juga semakin ramai di layar kaca. Pada jam- jam
tertentu, iklan semacam itu bermunculan silih berganti. Ini tidak
hanya dilakukan oleh politikus yang akan bertarung dalam pemilu. Yang
belum mencalonkan pun memasang iklan. Bahkan, mungkin paling banyak.

Di dalam iklan televisi, mereka muncul dengan wajah yang ramah dan
kata-kata manis. Mereka mengenakan pakaian rapi lengkap dengan peci.
Tampaknya mereka ingin dipersepsi sebagai orang yang bijak, religius,
dan berakhlak mulia.

Mereka umumnya juga menegaskan diri sebagai tokoh patriotis, ahli
menangani masalah, dan yang paling penting, peduli kepada rakyat
miskin. Kepedulian itu, misalnya, mereka perlihatkan dengan mengajak
rakyat ikut memberantas kemiskinan. Ada pula yang memperlihatkan
kepeduliannya dengan mendemonstrasikan makan nasi aking.

Beberapa minggu terakhir, muncul lagi iklan politik di televisi berupa
testimoni. Orang yang muncul dalam iklan bersaksi bahwa calon bupati A
adalah lulusan perguruan tinggi ternama, berpengalaman, memiliki
kepedulian kepada rakyat miskin, dan siap mengabdi kepada rakyat. Apa
artinya semua ini?

Ketua Program Studi Komunikasi Pascasarjana Universitas Indonesia Dedy
N Hidayat mengatakan, fenomena itu merupakan bagian dari pemasaran
politik. Di Indonesia ini termasuk baru, tetapi orang akan segera
menyejajarkan iklan politik dengan iklan produk biasa.

Dengan bahasa lain, iklan politik itu sejajar dengan iklan kecap yang
selalu mengklaim nomor satu. Iklan politik dan iklan kecap sama-sama
sedang memasarkan produk agar dikenal dan kemudian dijadikan pilihan.

Dedy tidak yakin iklan politik seperti yang banyak beredar itu akan
memengaruhi pilihan masyarakat dalam pemilu. Namun, dari sudut
politikus, iklan semacam ini penting untuk memperkenalkan diri kepada
masyarakat lengkap dengan citra yang dibentuknya. Karena itu, mereka
tidak ragu mengeluarkan uang berjumlah besar.

Miliaran rupiah

Irfan Wahid, praktisi periklanan, mengatakan, untuk mendanai proyek
pencitraan, seorang politikus bisa mengeluarkan uang miliaran rupiah.
Makin kurang terkenal di mata publik, makin besar uang yang harus
dikeluarkan.

Umumnya, proyek semacam ini jatuh ke tangan biro atau praktisi iklan
profesional. Mereka bisa mengerjakan riset awal; analisis data
pemilih; membuatkan strategi komunikasi; hingga membuatkan materi
iklan televisi, media cetak, radio, dan baliho.

Irfan mengaku menangani proyek pencitraan calon Adang Daradjatun
ketika mencalonkan diri sebagai gubernur DKI tahun 2007. “Kami
menangani secara penuh mulai dari strategi sampai eksekusi. Bahkan,
cara senyumnya pun kita atur. Nilai proyek itu mencapai Rp 25 miliar
untuk satu tahun,” katanya.

Irfan mengaku menangani juga pembuatan iklan Ketua Umum Partai Amanat
Nasional (PAN) Sutrisno Bachir, pasangan calon gubernur dan wakil
gubernur Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) dalam Pilkada Jabar
beberapa bulan lalu.

“Eksekusi untuk iklan Sutrisno Bachir nilainya Rp 2 miliar, sedangkan
biaya produksi iklan Hade Rp 1 miliar. Itu di luar biaya pemasangan
iklan di media massa,” katanya.

Dia menambahkan, biasanya politikus menghabiskan dana antara Rp 5
miliar-Rp 10 miliar per bulan untuk membiayai pemasangan iklan di
televisi dan media cetak. Untuk politikus daerah yang bertarung dalam
pilkada, dana yang mereka keluarkan untuk memasang iklan berkisar Rp 1
miliar hingga Rp 5 miliar per bulan.

Irfan mengakui, proyek pencitraan politikus sangat menggiurkan. Karena
itu, dia membuat perusahaan baru khusus untuk menangani iklan politik
dan sosial. Di dalam perusahaan itu berkumpul orang-orang kreatif yang
pernah menangani iklan Adang dan rivalnya di pilkada, Fauzi Bowo. Di
situ juga berkumpul tim kreatif yang menangani iklan pilpres Susilo
Bambang Yudhoyono dan tim kreatif rivalnya, Wiranto. Untuk urusan
duit, mereka semua bersatu.

Harry Tjahjono, penulis naskah skenario “Si Doel Anak Betawi”, juga
merasakan gurihnya iklan politik. Dia pernah menggarap strategi
komunikasi Rano Karno ketika akan mencalonkan diri sebagai wakil
gubernur DKI tahun 2007.

Setelah itu, menggarap strategi komunikasi cagub Jawa Timur Achmady.
Dia membuatkan konsep, tag line (slogan), iklan dan program televisi.
“Saya menggarap Pak Achmady enam bulan,” kata Harry yang kini sedang
menggarap iklan sejumlah calon anggota parlemen.

Biasanya, kata Harry, proyek pencitraan dimulai dengan membuat survei
pemilih dan penyusunan strategi iklan. Biasanya survei dilakukan empat
kali. “Jika hasil survei pertama calon belum populer, kami akan
menggenjot pemasangan spanduk, umbul-umbul, dan baliho. Setelah itu,
calon akan nongol dalam iklan televisi,” ujar Harry.

Sampai di sini, calon sudah harus mengeluarkan uang sekitar Rp 2
miliar. “Itu termasuk murah.”

Agung Handoko, pemilik Barru Production, juga mengakui proyek iklan
politik sangat menggiurkan. “Ini bisnis yang seksi. Proyeknya banyak,
untungnya bisa sampai 30 persen dan bayarannya tunai. Tidak ada
transfer-transferan,” katanya.

Dia pernah menggarap proyek iklan politik untuk televisi dengan durasi
30 detik bernilai Rp 1,2 miliar. Pembayaran dilakukan di tempat parkir
sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. “Duitnya diberikan begitu saja
di dalam mobil,” katanya.

Meskipun begitu, kata Agung, mengerjakan iklan semacam ini juga ada
risikonya. “Kalau tidak hati-hati kita bisa dikemplang,” katanya.

Tamrin Amal Tomagola, sosiolog dari UI, mengatakan, pada era
komunikasi politik yang masif seperti sekarang, politikus harus
memiliki aset ekonomi dan uang. Mereka tidak cukup hanya memiliki
kompetensi.

Persoalannya, uang yang digunakan untuk membuat iklan itu asalnya dari
mana?

NB. Hanya buat referensi pribadi…

LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA TAHUN 2008

Ayo ikutan, siapa tau jadi pemenang!

A. PENDAHULUAN
Perpustakaan Nasional RI berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas layanannya kepada pemustaka, termasuk kualitas pustakawannya. Untuk itu, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia Tahun 2008. Lomba ini sekaligus juga untuk menyambut Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan tanggal 14 September 2008. Dari kegiatan ini diharapkan Perpustakaan Nasional RI memperoleh masukan positif dan ilmiah dari masyarakat pengguna Perpustakaan Nasional RI .

B. TEMA LOMBA

Manfaat Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Nasional RI .

C. TOPIK PENULISAN

Pendapat, pandangan dan masukan dari pustakawan, mahasiswa dan masyarakat umum tentang kesiapan pustakawan Perpustakaan Nasional RI dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanannya.

D. PELAKSANAAN LOMBA
1. Pengumpulan artikel: 1 Juli - 13 September 2008;

2. Penilaian artikel oleh Tim Juri: 14 September - 13 Oktober 2008;

Pemenang akan diumumkan pada bulan Oktober 2008 dalam acara Penutupan Rangkaian Kegiatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2008 serta pada situs resmi Perpustakaan Nasional RI: http//www.pnri.go.id;

Artikel terbaik akan dimuat dalam majalah Visi Pustaka terbitan Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan Nasional RI.

E. PERSYARATAN PESERTA

1. Mahasiswa, pustakawan dan masyarakat umum;
2. Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Karyawan/identitas lain; Melampirkan daftar riwayat hidup; Melampirkan pas foto berwarna ukuran 3×4 = 1 lembar.

F. TATA CARA PENGIRIMAN ARTIKEL
- Peserta lomba boleh mengirim lebih dari satu artikel dengan judul berbeda.
- Satu orang maksimal mengirim dua judul artikel yang berbeda;
- Panjang artikel 10-15 halaman, ukuran kertas A4, spasi 1 1/2, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;
- Artikel dikirim dalam bentuk cetak terjilid rangkap 2 (dua), disertai soft file berupa disket atau CD;
- Artikel diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 13 September 2008;
- Artikel dikirim dalam sampul tertutup disertai kode LPAKI – 2008 langsung ke Panitia Lomba Penulisan Artikel Tentang Kepustakawanan melalui pos atau email ke alamat:
A/n Luthfiati Makarim, Bidang Layanan Koleksi Umum, Pusat Jasa
Perpustakaan dan Informasi, Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan
Nasional RI. Jl. Salemba Raya No.28A, Jakarta Pusat. Telpon dan fax: (021)
3156149, 3103554, e-mail: luthfiaty@yahoo.com.

G. KRITERIA PENILAIAN
- Artikel harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan pustakawan Perpustakaan Nasional RI , khususnya untuk peningkatan kualitas layanan Perpustakaan Nasional RI ;
- Bersifat aplikatif dan inovatif;
- Isi artikel harus asli, bukan saduran atau terjemahan;
- Artikel belum pernah/sedang dilombakan;
- Artikel belum pernah dipublikasikan di media apapun;
- Isi artikel harus sesuai dan relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;
- Artikel yang sudah dikirim menjadi hak panitia lomba;
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

H. HADIAH

Juara 1: Rp. 6.000.000,- (Enam juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara 2: Rp. 5.000.000,- ( Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara 3: Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara Harapan 1: Rp.2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara Harapan 2: Rp.2.000.000,- (Dua juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara Harapan 3: Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;

Hanya ada masing-masing satu orang pemenang untuk juara harapan 1-3; Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.

sumber : milis FLP

Allahu Akbar!
A Mustofa Bisri

Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar
Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar

Allahu Akbar! Allah Maha Besar
Urat-urat leher kalian membesar
Meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad
Nafsu kebencian kalian membakar
Apa saja yang kalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 miliar manusia
Penghuni bumi sebesar debu ini
Sesat semua atau saleh semua
Tak sedikit pun memengaruhi
Kebesaran-Nya

Melihat keganasan kalian aku yakin
Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayang-Nya meliputi segalanya

Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakan- Nya
Ketika dengan pongah kau melibas mereka
Yang sedang mencari jalan menuju-Nya?

Mengapa kalau mereka
Memang pantas masuk neraka
Tidak kalian biarkan Tuhan mereka
Yang menyiksa mereka
Kapan kalian mendapat mandat
Wewenang dari-Nya untuk menyiksa dan melaknat?

Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar
Dan syirik yang paling akbar
Adalah menyekutukan- Nya
Dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri

Laa ilaaha illallah!

2005

 

Kandidat di Mata Editor/Campers

Hari ini, Selasa 15 April 2008. Itu berarti  H min 1 (H-1) Pilkada Gubernur Sumatera Utara. Tak terasa ‘pertempuran’ menuju Diponegoro 1 itu sudah mendaki klimaksnya. Tak sampai 24 jam lagi, lewat hitung cepat (quickcount) masyarakat Sumatera Utara bakal memiliki Gubernur - Wakil Gubernur baru.

Bagi para  kandidat, jam-jam ini tentu sangat mendebarkan sekaligus  menyiksa. Menang atau kalah adalah konsekwensi yang harus dihormati dan ditaati. Menang tanpa menistakan pesaing dan kalah dengan hati lapang hanyalah milik para politisi yang dewasa.

Sebagai editor sekaligus camera person, menyaksikan (lewat pita kaset) manuver, trik, dan segala aktifitas para kandidat itu adalah bagian dari rutinitas empat bulan terakhir. Ada kandidat yang low profile, ada pula yang somse minta ampun.

Nah, berikut citra mereka di mataku. Mata seorang editor dan cameraperson. Mata yang menyaksikan tingkah mereka dari pita seluloid yang direkam campers lain, juga rekaman sendiri. Penilaian juga ditambahi info dari beberapa wartawan dan narasumber yang aktif dalam pilkada…

1. Ali Umri - Maratua Simanjuntak
    Pasangan yang diusung Partai Golkar ini, dalam kampanyenya selalu berusaha mencitrakan diri sebagai pasangan pemenang. Mereka cukup mudah diwawancarai, meski agak milih-milih juga. Meski diusung partai sebesar Golkar, namun manajemen TS UMMA ternyata kurang greget. Kabarnya mereka tidak membutuhkan banyak media untuk kampanyenya. “Hanya media tertentu saja…”
    Sosok arogan Umri yang sudah jadi rahasia umum, kian menguat setelah Umri merasa tidak perlu membentuk PR untuk membantu pencitraannya di masyarakat. Maka tak heran jika, Umri di masyarakat lebih terkenal dengan isu-isu negatif seputar dirinya ( seperti gila wanita, nepotisme, dsb) daripada visi dan misi serta prestasinya sebagai Walikota Binjai.

 

2. Tritamtomo - Benny Pasaribu
    Pasangan ini kesannya selalu ingin jaga wibawa, intelek, tegas dan demokratis. LIhat saja dari cara bicara/dialog Tritamtomo yang selalu tertata, sedikit kaku  dan agak teoritis. Gak perlu heran, karena Babe (panggilan  khas Tritamtomo  di kalangan pers) memang memiliki background militer.
   Salah satu kekurangan yang cukup mengganggu pasangan ini, adalah mereka dikelilingi Tim Sukses (TS) yang serba nanggung. Beberapa wartawan mengaku, TS Triben ini beragam dan tidak kompak. Buktinya, jika pers membutuhkan wawancara dengan Triben para TS ini saling lempar tangan dan tanggungjawab.
   ” Coba hubungi ini..” atau ” Wah, itu bukan wewenang saya” begitulah. Dan ketika nama yang direkom TS sebelumnya coba dikontak, eeh yang bersangkutan juga mengatakan hal serupa. Maka tak heran bila pasangan Triben menjadi pasangan yang nggak populer di kalangan pers. “Sok misterius, sok jaga wibawa, dan hehehe sok seperti Megawati saat berkuasa”

 3. RE Siahaan -  Suherdi
     Pasangannya yang menurutku paling sederhana. Tidak diusung partai besar dan tak punya dana kampanye melimpah, membuat pasangan yang sebenarnya bisa menjadi kuda hitam (diuntungkan limpahan suara PDI P pro Rudolf, juga masyarakat nasrani, Batak  dan Jawa ) ini kurang maksimal untuk “dijual”. 

4. Abdul Wahab Dalimunthe - Raden Syafii
    Pasangan yang cukup potensial, gabungan brikorat ulung dan pengusaha/politisi. Memiliki Tim Sukses yang paham seluk beluk ‘menjual’ visi misi, serta memiliki dana kampanye yang berlimpah membuat pasangan WARAS  cukup diperhitungkan.  Menurutku ada satu faktor pengganjal yang juga sangat krusial, yaitu faktor usia Abdul Wahab yang sudah berkepala 7. “Berpengalaman tapi sudah apkir…”. Maka meski diusung partai besar seperti PAN, Demokrat, dan PBR pasangan ini agak berat untuk “Naik”

5. Syamsul Arifin - Gatot Pujonugroho
    Pasangan yang dijagokan PKS dan 10 partai lain , berusaha menampilkan citra pemimpin wong cilik, sederhana, islami, dan bersahabat dengan semua kalangan. Ikon pasangan ini sangat kuat melekat dalam sosok Syamsul Arifin. Penampilan yang sederhana, jenaka, dermawan  dan apa adanya begitulah yang kita tangkap saat menyaksikan Syamsul Arifin di pentas kampanye, debat kandidat juga penyampaian visi misi.
    Faktor PKS yang memiliki Tim Sukses yang solid, militan, dan setia akan menjadi kunci sukses Syampurno. begitupun sosok Gatot yang tergolong muda, fresh juga ‘bersih’ di pentas politik Sumatera Utara bakal menjadi kartu as pasangan ini.
    Pasangan ini sangat populer di kalangan pers dan wong cilik. Mudah ditemui dan diwawancarai kapan saja, tidak arogan, melebur  serta tidak mudah tersinggung itulah kesan yang melekat di kepala para jurnalis.
   Pasangan Syampurno menurut beberapa kalangan, merupakan kebalikan dari Pasangan  Maulana - Sigit  yang diusung PKS dalam Pilkada Medan 2005. Saat itu hampir semua jurnalis mengaku, pasangan Maulana - Sigit sebagai pasangan yang kaku, tidak melebur, tak merakyat dan kurang senyum….

 

 

 

 

Indonesia Lemah

hari-hari yang menyebal
kusaksikan orang-orang mengeluhkan hidup yang kian mahal
kuedit rintihan mereka
orang-orang kecil
buruh, tukang becak, guru, juga pengangguran

Kaset mini DV di laptop editingku
Nyaris semuanya bertutur…
tentang harga yang membubung
minyak goreng yang mahal dari hari ke hari
padahal tanah kita adalah tanah di mana ribuan hektar kebun sawit tumbuh menghampar!
Minyak Tanah dan LPG rajin meroket dan sering hilang dari pasaran

Jalanan yang rusak
tak peduli jalan negara, jalan propinsi, jalan kabupaten, apalagi jalan desa
gedung sekolah yang nyaris roboh

PLN yang terus berbohong dan memadamkan aliran listrik ke rumah rumah kita
Insinyur-insiyur gadungankan yang bekerja di sana? Yang tak bisa memberikan solusi?

Oh ya, kaset mini DV di laptop editingku
juga menyuguhkan kemunafikan
pejabat-pejabat yang bersafari ke sana kemari
setor muka, cari suara buat pilkada
berceloteh tentang korupsi, ekonomi yang buruk, dan kesejahteraan
Seolah mereka bukan pejabat saat ini,
Yang seharusnya bisa bertindak cepat buat masyarakat

Hari-hari yang menyebal
pemerintah yang sering membual
pemerintah yang tak becus mensejahterakan rakyatnya
bahkan untuk kebutuhan paling primer sekalipun!
seperti beras, minyak goreng, minyak tanah, listrik, pendidikan dan jalan

Biarkan pemerintah mengaku-ngaku kemiskinan berkurang
Biarkan mengklaim perekonomian Indonesia menguat
Biarkan berceloteh tentang demokrasi dan keamanan yang terjamin
tapi yang kusaksikan hari ke hari tetap busung lapar, minyak goreng mahal, minyak tanah menghilang, listrik padam melulu,gedung sekolah reyot
sound on tape rakyat yang mengeluh dan mengeluh
Ah, pemerintah kita sedang tidur sepertinya

Mini DV masih berputar di VTR
Tentang anak-anak muda
anak muda harapan kita untuk menghempaskan pemerintah yang impoten
mengakhiri kegelapan di Indonesia
membangkitkan harga diri kita sebagai bangsa beradab

walau berat, kuberharap Indonesia kembali cerah dan benderang
tak ada rakyat  kelojotan seperti sekarang

Indonesia saat ini
Adalah Indonesia yang lemah
karena dikuasai Pemerintah yang lemah
Tak sanggup, tak mampu, tak niat
bahkan untuk memenuhi hal-hal primer bagi rakyatnya!

Medan, 19 Maret 2008
EMNA

PSMS Hancur Lebur!

Gila! Sumpah serapah ini yang layak buat manajemen Ayam Kinantan. Meski tak bergabung dengan klub pecinta PSMS, tapi sebagai anak medan saya juga gerah dengan hancur leburnya skuad PSMS pasca Liga Indonesia 2007.

Musim 2007 adalah musim penuh drama bagi pemain-pemain PSMS. Mengawali musim dengan menjuarai Piala Bang Yos buat kali ketiga, kemudian berjibaku di Liga Utama dengan gaji terkatung-katung –sungguh profesional sekali Manajemen yang birokrat semua itu!–, dan dengan gagah berani akhirnya PSMS pun melaju ke Final di Senayan.

Menjelang final, saya sangat berharap Ayam Kinantan akan berkokok lantang sebagai jawara. Jika juara tentu PSMS menjadi dongeng nan dramatis, karena gelar diraih tak hanya cucuran keringat tapi juga haru biru dapur rumah tangga para pemain dan pelatih yang tersendat-sendat karena gaji mereka tertunda.

Tapi sejarah punya skenario nan merdeka. PSMS pun kalah, dan cerita penuh derita kembali mereka jalani. Meski menjadi juara dua dan sangat heroik, tapi skuad runner up ini harus kembali ke Medan secara tak layak.

Lagi-lagi manajemen ngacir, cari selamat. Sementara Markus Horison dan rekan-rekannya ’terpaksa’ pulang seperti kalah perang. Tak adanya penyambutan dari pemerintah kota membuktikan manajemen –yang dikuasai Pemko itu– betul-betul tak tahu terimakasih. Terlihat jelas harian lokal Medan  bagaimana lesu dan kecutnya wajah James Koko Lomel dkk saat mendarat di Polonia. Kasihan mereka!

Awal Maret ini, drama PSMS seolah tak usai. Ramai-ramai pemain inti 2007 hengkang ke klub lain, Sebagian besar memilih pindah ke Persik Kediri. Mahyadi Panggabean, Markus Horison, Gustavo Chena, Saktiawan Sinaga adalah beberapa nama yang hengkang ke Jawa Timur. Kepindahan bintang-bintang ini merupakan palu godam bagi wajah buruk kepengurusan PSMS.

Tak ada penggemar yang menyalahkan mereka. Lagi-lagi kepindahan mereka merupakan bukti ketidakprofesionalan manajemen. Sebagian besar pemain yang pindah mengaku masih cinta PSMS, tapi setelah menunggu berminggu-minggu mereka tak juga disodori kontrak baru.

” Saya hidup dari sepakbola, tak mungkin saya menunggu sesuatu yang tak pasti. Saya cinta PSMS tapi manajemen sepertinya tak serius mengikat kami” demikian beberapa bintang itu bercerita pada sebuah harian lokal.

Sungguh, drama yang tragis. PSMS benar-benar hancur lebur menyongsong Super Liga yang akan semakin berat. Ayam Kinantan kini kehilangan tajinya! Seperti banyak pecinta PSMS, saya juga menyesalkan manajemen yang seolah buang badan dan tak ngopeni pemain pasca final di Senayan kemarin.

Jika boleh memilih, PSMS sudah selayaknya dilepas ke pihak swasta  yang gila bola. Hingga mereka akan berkorban sepenuh hati mengelola PSMS. Bukan oleh birokrat-birokrat di Pemerintah Kota yang juga cari makan dari keringat pemain!

Adios Markus! Adios Mahyadi! Adios Saktiawan!
Adios semuanya yang dengan terpaksa meninggalkan PSMS……….

LOMBA FOTO : Manusia, Air dan Toilet

Dalam rangka memperingati Hari AIR Dunia 2008 yang bertemakan “Sanitasi”
maka KRuHA (Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air) menyelenggarakan lomba foto
dengan:
Tema : “Manusia, Air dan Toilet”
Ajakan: Memotret fakta kondisi “Toilet” rumah tangga dan/atau fasilitas
publik

PERSYARATAN UMUM:
o Peserta boleh menyertakan lebih dari satu foto .
o Karya foto harus asli, orisinil, bukan jiplakan, dan belum pernah
dipublikasikan atau disayembarakan. Panitia tidak bertanggung jawab bila
ada
tuntutan hukum dari pihak lain atas Karya yang dikirim oleh peserta lomba.
o Mencantumkan lokasi pemotretan.
o Melampirkan identitas diri yang lengkap serta alamat yang jelas.

PERSYARATAN TEKNIS:
o Diperbolehkan mengirim hitam-putih dan warna, termasuk Foto Digital
o Ukuran 14 R
o Mencantumkan Judul

KRITERIA PENILAIAN
o Kesesuain Foto dan Tema
o Artistik dan teknik foto
o Spontanitas ide

TIM JURI
o Purwaka/Blontank Poer (Pewarta Foto)
o Dhandy Dwi Laksono (Jurnalis)
o Hamong Santono (Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Hak atas
Air/KRuHA)

PENGHARGAAN
o Piagam Penghargaan
o Finansial sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) sebagai pemenang
terbaik

LAIN-LAIN
o Pendaftaran tidak dipungut biaya
o Setiap peserta boleh mengirimkan paling banyak 3 (tiga) dokumen dengan
nomor peserta yang berbeda
o Semua hasil Lomba menjadi milik panitia termasuk Sofcopy berupa CD dan
panitia berhak mempublikasikan
o Dokumen Lomba diterima panitia (alamat/email tercantum di bawah) paling
lambat pada tanggal 20 Maret 2008
o Pemenang akan diumumkan pada tanggal 22 Maret 2008

Alamat Panitia/Sekretariat:
Jl. Mampang Prapatan XI No. 17 Jakarta Selatan
Telepon: 021.7992945 Fax: 021.7995271 email: kruhafoto@yahoo.com
Informasi lebih lanjut: ratnayunita@gmail.com