Kerusuhan Medan 1998

Standard

BERITA UTAMA WASPADA KAMIS, 7 MEI 1998

Kerusuhan Di Medan
80 Orang Tertembak, Lima Tewas; 19 Mobil, 40 Sepedamotor Dibakar Dan Dirusak

Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 di Medan Bambang Soed/ DR; 2000/05/22]. 

MEDAN (Waspada): Kerusuhan yang terjadi di kota Medan dan sebagian kawasan Kab. Deliserdang Rabu (6/5) mengakibatkan lima tewas dan 80 orang tertembak serta 19 unit kendaraan bermotor roda empat berbagai jenis termasuk sebuah truk petugas keamanan berikut 40 sepedamotor, 5 kantor bank serta ratusan toko/ruko dirusak dan dibakar.

Demikian catatan serta data Waspada himpun hingga pk. 18:00 dari beberapa rumahsakit dan lokasi-lokasi kerusuhan seperti Jl. Sisingamangaraja/Simpanglimun Medan, Jl. Krakatau, Jl. Sutomo, Jl. K.L. Yos Sudarso/Pulobrayan Kota, Jl. Brigjen Katamso/Kampungbaru dan kawasan Tanjungmorawa, Kab. Deliserdang.

Selain beberapa showroom kendaraan bermotor, juga empat bank menjadi sasaran pelemparan serta satu diobrak-abrik sementara ATM nya dijungkirbalikan dan isinya dijarah.

Empat bank yang menjadi sasaran pelemparan tersebut Bank Bali dan LIPPO Bank yang keduanya di Jl. Sutomo serta BDNI dan BRI di Jl. K.L. Yos Sudarso Pulobrayan Kota. Sedangkan Bank Mestika Dharma di kawasan Pulobrayan Kota, setelah terkena lemparan lalu dijebol pintunya dan mesin ATM nya dibongkar serta beberapa ratus ribu rupiah uang tunai di dalamnya dijarah.

Tak Terkendali
Sementara itu aksi kerusuhan massa yang semakin tak terkendali terus berlanjut dari Medan sampai ke kawasan Deliserdang . Ratusan rumah toko (ruko) termasuk showroom dan perkantoran, belasan kenderaan roda empat, truk sampai mobil pribadi dirusak dan dibakar massa.

Kerusuhan disertai pelemparan dan pembakaran ruko dibarengi penjarahan terjadi di beberapa kawasan pertokoan di Medan. A.l. Pulobrayan Kota, Glugur/Jl. Sutomo, Kp. Baru/Jl. Brigjen Katamso, Titi Kuning, Jl. Sampali, Jl. Krakatau, Kp. Lalang, Kp. Madras/Jl. K.H. Zainul Arifin, Mandala By Pass, Sisingamangaraja/Sp. Limun, Tanjungsari, Martubung.

Dua foto studio di kawasan Jl. Sisingamangaraja dekat Simpang Limun Medan diobrak-abrik dan dijarah massa berikut empat toko disampingnya dilalap api. Begitu juga puluhan sepedamotor milik showroom yang dikeluarkan massa dari ruang pajang ke jalan lalu dibakar.

Sedangkan ribuan massa terus ‘mengamuk’ melakukan pelemparan terhadap ruko dan showroom di Jl. Sisingamangaraja Medan. Dari showroom Bursa Motor, massa mengeluarkan belasan unit sepeda motor baru dari berbagai jenis dan mobil BK 8332 DW. Setelah dikumpulkan kenderaan itu kemudian dibakar.

Setelah beberapa menit pembakaran itu terjadi, petugas anti huru-hara datang ke lokasi sambil melepaskan tembakan peluru karet. Massa perusuh berbaur dengan penonton lari berhamburan dan ada yang masuk ke gang-gang kecil di kawasan tersebut.

Begitu petugas anti huru-hara meninggalkan lokasi, massa datang kembali dan membongkar studio Setia Baru, massa masuk ke dalam dan mengobrak-abrik lalu membakarnya. Api dari studio itu menjalar ke toko milik pribumi S. Girsang. Warga kemudian memberikan pertolongan dengan mengeluarkan barang dagangannya sambil menyiram air ke arah api yang melalap ruko tersebut.

Dalam waktu singkat api yang melalap tiga ruko itu berhasil dipadamkan. Pk. 14:40, baru datang mobil pemadam kebakaran milik Pemda Medan. Melihat api sudah padam, petugas pemadam kebakaran menyemprot tumpukan bara api dan selanjutnya meninggalkan lokasi.

Selain itu, ratusan ton beras yang ditimbun di gudang-gudang kawasan Desa Sampali Pasar VII Jl. Irian Barat Deli Serdang habis disikat massa yang mengamuk Selasa malam sampai Rabu pagi. Aksi penjarahan itu berhasil dipadamkan aparat keamanan Sat Brimobda Poldasu yang turun ke lapangan sejak Rabu dinihari sampai pagi hari setelah melakukan penembakan kepada penjarah serta menangkapi sejumlah warga pria/wanita dari desa tersebut.

Sepanjang jalan dari Percut sampai ke Aksara Medan masih terlihat bekas-bekas amukan massa dan bangkai mobil yang musnah dibakar massa.

Di sepanjang jalan Medan-Tembung, belasan bangkai mobil berbagai merk/jenis masih terlihat bergelimpangan di jalanan. Di Kota Tembung 1 unit mobil sedan Timor warna hitam BK 2239 YN dan bus L 300 BK 288 LO dan belasan sepedamotor milik showroom Honda di sana habis dibakar massa termasuk perusakan kantor/toko.

Di Jl Sutomo Ujung massa sempat mengamuk melempari kantor Bank Lippo, Bank Bali, showroom sepeda motor dan ruko di sepanjang jalan itu yang tutup total.

Massa tidak lama beraksi, sekitar 1 jam kemudian bubar setelah pihak keamanan datang. Sekitar pukul 13.00, massa mengamuk di jalan Krakatau melempari fasilitas ruko/kantor dan membalikkan Isuzu Panther BK 303 ET ke tengah jalan.

Di Pulobrayan Kota aksi massa semakin berani dengan menyeret puluhan sepeda motor dari salah satu showroom di sana kemudian membakarnya di tengah jalan Medan-Belawan. Tiga bank swasta, yakni Bank Mestika plus ATM-nya, BDNI dan BRI dirusak. Massa juga melakukan perusakan fasilitas pertokoan/perkantoran dan pemukiman milik warga turunan yang sebagian penghuninya bersembunyi di dalam karena tidak sempat menyelamatkan diri atau mengungsi ke tempat lain minta perlindungan.

Aksi serupa Rabu siang juga menjalar sampai ke Jl.SM Raja dengan korbannya tiga ruko, belasan sepeda motor dan kenderaan roda empat musnah terbakar. Di Kampung Baru Medan satu mobil Suzuki Esteem dibakar massa di tengah jalan.
Satuan tim keamanan Polri bersepeda motor dengan senjata lengkap bergerak cepat membubarkan massa di semua lokasi peristiwa seraya menembakkan senjatanya ke atas dan kadang terarah kepada warga masyarakat yang hanya menonton peristiwa itu.

Lima Tewas
Dalam peristiwa kerusuhan itu korban di berbagai kawasan Kota Medan mulai berjatuhan, lima diantaranya tewas dan Lebih dari 80 orang luka-luka tertembak peluru tajam dan karet milik petugas.

Informasi yang Waspada himpun dari berbagai rumah sakit di Medan, kelima korban yang tewas tersebut a.l. tiga WNI Turunan (belum diketahui identitasnya) dan seorang remaja Bobi,13, penduduk Jalan Brigjen Katamso. Keempatnya tewas terbakar di Ruko Jl.Sutrisno Medan yang terjadi Selasa (5/5). Sedangkan seorang pemuda lainnya bermarga Sihotang penduduk Perumnas Mandala juga tewas dalam kerusuhan di Mandala. Sedangkan 80 orang yang luka-luka tertembak tercatat dari kerusuhan di kawasan P.Brayan, Simpanglimun Jl. Sisingamangaraja, Kp. Baru Jl. Brigjen Katamso, Sempali Jl.Medan-Percut dan pergudangan Jalan Bahagia Mandala serta pertokoan Jl.Krakatau.

Dari keseluruhan korban penembakan tersebut tercatat diantaranya para pelajar SD, SMP, mahasiswa dan warga masyarakat lainnya. Fery Padli,12, pelajar SD kawasan Mandala penduduk Jl.Tangguk Bongkar. Fadli tertembak peluru petugas di paha kanan dan Nazamuddin,15, pelajar SMP Al-Washliyah Medan tertembak peluru di perut kanan, Jakson,18, pelajar STM di Simpang Limun tertembak pinggang kanan.

Sedangkan mahasiswi Akademi Maritim Indonesia (AMI), Ratna Murniati Silalahi,21, tertembak pahanya. Para korban yang sempat teridentifikasi identitasnya a.l. Andi,17, penduduk Jl. Cecak Rawa Perumnas Mandala, Hepi Tambunan,25, penduduk Jl.Tangguk Bongkar luka tembak dada kanan, Manahan,17, penduduk Jl.Kenari, Rahmat, Mr X penduduk Jl.Perwira, Manik,18, penduduk Sampali, Togar Marpaung, penduduk Sp.Limun, Munawar,20, Jl.Seksama Sp.Limun, Manahan Panjaitan,18, penduduk Jl.Tangguk Bongkar, Santer Nainggolan,20, penduduk Jl.Seksama.

Dari rumah sakit yang sama juga telah dirawat 22 orang lainnya yang tertembak. Mereka tidak teridentifikasi sebab sebagian diantaranya hanya menjalani rawat jalan. Rumah sakit ini selama dua hari telah merawat lebih dari 50 orang yang luka tertembak. Sedangkan Rahman, penduduk Jl. Bersama Mandala ditembak dengan peluru tajam petugas di depan Kantor Polsekta Percut Sei Tuan dan Salman,17, kritis diduga tertembak dalam aksi massa di Jl.Sisingamangaraja dekat Simpang Limun, Medan.

Dari beberapa rumah sakit lainnya dan beberapa poliklinik yang terdekat dari kawasan kerusuhan tercatat lebih kurang 30 orang luka-luka korban penembakan petugas. Mereka yang sempat tercatat a.l. Dalian,27, penduduk Jl.Bajak, Mangkok Simanjuntak,17, penduduk Lubukpakam tertembak akibat kerusuhan massa di Lubukpakam dan Sugianto,17, penduduk kawasan Sempali, Ambo,18, penduduk Jl. Denai Medan.

Dokter di RS Dr.Pirngadi Medan dr.Yusril Leman menjelaskan luka tertembak peluru tajam dengan peluru karet sama-sama berbahaya. Kedua-duanya bisa terinfeksi jika tidak diobati secara intensif. Bedanya kalau terkena peluru karet lukanya lebih lebar dan kulit hangus terbakar. Puluhan korban yang tertembak peluru tajam dan karet maupun yang terkena pukulan petugas masih dirawat secara intensif di berbagai rumah sakit di Medan.

Kritis
Secara terpisah, Rabu malam (6/5) sejumlah warga datang ke Redaksi Waspada untuk menjelaskan prihal tertembaknya seorang pria bernama Kerlin, 30, penduduk Jl. Brigjen Katamso Gang Pelita Medan. Menurut warga itu, korban saat itu sedang bekerja membangun pagar beton di sebuah rumah penduduk yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya.

Tiba-tiba sejumlah orang berlarian dikejar petugas sambil melepaskan tembakan terarah. Kerlin yang merasa dirinya tidak bersalah dan tidak bersangkut paut dengan aksi kerusuhan, terus saja bekerja. Tiba-tiba dia mengaduh karena kepalanya di bagian belakang tertembak sehingga berlumuran darah. Warga kemudian melarikan Kerlin ke RS Dr. Pirngadi Medan dan kondisinya semakin kritis.

Warga itu juga menyesalkan, bahwa sejumlah pria yang tertangkap petugas keamanan saat membawa barang-barang hasil jarahan dari perusahaan/toko Hari Rezeki Kita Semua, ternyata bukan warga Kampungbaru.

Lumpuh
Perekonomian di kota Medan Rabu (6/5) lumpuh setelah sebagian besar pusat perbelanjaan, toko dan kantor-kantor bank menghentikan kegiatannya.

Lumpuhnya kegiatan bisnis di Medan akibat kerusuhan massa yang terjadi sejak tiga hari yang lalu. Pusat perbelanjaan ataupun pertokoan sejak pagi hanya sebagian kecil yang buka, karena mereka takut aksi kerusuhan massa. Menjelang siang hampir semua pusat perbelanjaan dan toko di Medan tutup total.

Pusat perbelanjaan yang tutup total tersebut seperti Deli Plaza, Perisai Plaza, Medan Plaza, Medan Mall, Pusat Pasar, Medan Baru Plaza dan lain-lain. Pemilik toko di pusat perbelanjaan itu memilih untuk menutup kegiatan usaha mereka dengan pertimbangan keamanan dan menghindari dari perusakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu seperti di Buana Plaza.

Sedangkan pertokoan yang tutup hampir di setiap kawasan bisnis kota Medan seperti Jl. Gatot Subroto, Yos Sudarso, Prof. HM Yamin, Brigjen Katamso, SM Raja, Pemuda Baru, Pemuda, Semarang, Cirebon, Thamrin, Aksara dan lain-lain. Selanjutnya kantor-kantor perbankan yang sebagian besar berada di kawasan Kesawan menutup sebagian dari pintu kantornya dan memperoleh pengawalan ketat dari petugas keamanan untuk mengantisipasi terjadinya pengrusakan dan penjarahan.

Sementara itu di Pelabuhan Belawan puluhan truk yang sudah memuat barang dari kapal tidak berani meneruskan perjalanan ke Medan, begitu juga sebaliknya.

Suasana di pelabuhan bagaikan hari libur. Aktivitas bongkar muat barang dan transfer barang ke gudang dari dan ke pelabuhan sepi. Kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Belawan dan tidak bisa membongkar muatannya tercatat, KM Tanto Raya yang memuat ribuan ton berbagai jenis barang, Intan 10 yang memuat barang biji sawit untuk kebutuhan pabrik minyak goreng, Rimba Tiga memuat 5800 ton semen.

Seluruh kapal ini terpaksa nongkrong tanpa membongkar muatannya karena truk pengangkut tidak ada. Mengeluh Kesulitan Akibat dari semua ini masyarakat mulai mengeluh karena sulit untuk memperoleh keperluan mereka yang biasanya disediakan di pusat perbelanjaan dan pertokoan.

Mereka menyebutkan kalau pusat perbelanjaan dan toko terus tutup, maka hal itu akan memacu pula naiknya harga barang-barang. Pelabuhan Belawan yang merupakan pintu masuk dan keluar barang-barang dikhawatirkan tidak akan dimasuki truk sehingga suplai barang untuk Sumut akan terhenti. Adpel Belawan Kolonel Marinir Barzuweh ketika dihubungi merasa prihatin dengan kondisi ini.(tim)

Dillon Tak Punya Waktu Layani Protes

Standard
Iseng-iseng browsing di Google. Dan menemukan beritaku  yang pernah dimuat di Majalah Gatra. Yach sekadar nostalgia. Versi original websitenya dapat di klik disini

****

APA & SIAPA

spacer
  HS Dillon
Dillon Tak Punya Waktu Layani Protes

Dillon-apa20Medan, 31 Maret 2001 15:28
EKSPRESI bingung membayang di wajah H.S. Dillon, ketika mendengar kabar bahwa ia dikecam umat Sikh Medan. Ia benar-benar tak pernah menyangka, pesta yang dihadirinya di Medan, 25 Maret, berbuntut masalah. Apalagi, Forum Komunikasi Generasi Muda Sikh Indonesia (FKGMSI) sampai menggelar konferensi pers, mengecam ulah Dillon.

Menurut FKGMSI, Dillon telah melanggar aturan agama Sikh. Yakni, memotong kambing di sekitar rumah ibadah pada pesta HUT perkawinan peraknya. Selain itu, ia juga menyuguhkan minuman bir pada para tamunya. “Saya memang menerima faks dari mereka, tapi belum membacanya,” kata Dillon kepada Ekmal M. Noor Adha dari Gatra.

Menurut Dillon, 56 tahun, bukan dia yang menyelenggarakan pesta itu. “Sejujurnya, saya hanya menghadiri undangan teman-teman yang membuat pesta untuk saya,” kata pria yang selalu memakai serban itu. “Jika saya yang mengadakan acara, tentu akan saya pilih tempat bergengsi dan lebih baik, seperti Hilton, misalnya,” ia menambahkan sambil terkekeh.

Dillon minta FKGMSI tak memperpanjang urusan, dan lebih baik memikirkan nasib bangsa Indonesia. “Lagi pula, saya tak punya waktu untuk mengurus hal-hal seperti itu,” kata anggota Komnas HAM itu. [Wilis]
[Apa Siapa Gatra Nomor 20 Beredar Senin, 2 April 2001]

Ragam Seputar Proklamasi Indonesia

Standard

image

Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan de Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bungk Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…
 **********************
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sekaral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!

***********************
Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

***********************
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

***********************
Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

************************
Hubungan antara revolusi Indonesia dan Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu
diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut “hampir secara kebetulan” dirayakan di sebuah hotel Hollywood. Bung Karo saat itu mengundang aktris legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan “Prince Soekarno!”

*************************
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, “Tahun Vivere Perilocoso” (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

*************************
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

 ************************

Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas! “Potongan jasmu bagus sekali!” komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh  nasionalis.

*************************
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda.

Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur…

 ***************************
Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

****************************
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama “Abdullah, co-pilot”.
Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa “Abdullah” itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. “You are a liar !” ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru

****************************
Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

 ***************************
Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.

****************************
Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai  nama mereka.

****************************
Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

****************************
Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya “lebih dari dua” proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik.
“Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau”, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.

 ****************************

 Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.
Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.

****************************
Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).

 ****************************
Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak prnah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!

****************************

Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang. Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.

*****************************
Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate !!!
Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki). “Sate ayam lima puluh tusuk!”, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah
pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru
berusia satu hari.

*****************************
Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bun Karno.
Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

******************************
Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi “luar biasa” dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian,  statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

********************

** dari berbagai sumber yang tercecer tapi berharga